Apa yang ada disisimu akan lenyap. dan apa yang ada disisi-Ku adalah kekal........  

Q.S (16-96)


28/4/2018

Kita percaya, bukan karena kita tahu. Tapi karena hati kita percaya. Quraish shihab sebelum tidur merubah sedikit kegelisahan yang mungkin menjadi kekuatanku setiap hari.

Terkadang ketika sebuah perasaan tidak pernah diungkapkan kembali. Ketika hati sudah tidak meminta untuk menjelaskan lagi. Ketika tidak ada lagi sebuah pengakuan. Atau meminta waktu untuk sedikit mendengarkan. Saat itu juga seseorang hanya bisa menerima atau melihat waktu yang sudah berlalu. Entah waktu itu adalah waktu yang pahit, entah waktu itu adalah waktu yang manis. Semuanya akan tetap terlihat baik, walau tidak ada yang tahu pikiran mana yang benar. Terkadang kita hanya bisa merasakan, dan itu sangat jujur tersirat menyakitkan…

Bernegosiasi dengan perasaan, agar pikiran yang mengambil alih dalam semua kehidupan. Hari-hari yang masih terus berjalan. Membuat perencanaan atau melakukan yang terbaik dalam setiap tugas yang sedang dilakukan.

Bernegosiasi dengan hati, meminta agar tidak terus lapar. Atau merengek diperhatikan. Keadaan akan terus tenang. Berteriak tanpa suara, sampai lelah. Takut berkata, semua terbunuh dalam setiap ucapan yang tidak lagi didengar.
Nuraniku masih tetap sama, bersungguh-sungguh menunjukkan yang terbaik, sebelah mata tak sedikit pun menoleh. Terus berteriak sampai mana nuranimu bertahan?

Pikiran mengambil alih dunia. Terang maupun gelap, selalu ada jalan untuk mengambil kesimpulan di setiap celah apa yang terjadi sebenarnya?

Menjadi bisu lebih baik daripada terus berteriak, karena dosa terus membuat lelah hidup seseorang.

Jangan anggap aku meremehkan perasaan, aku hanya sedang berjuang melawan hari-hari digantung cinta seseorang.

Jangan anggap aku tidak menghargai diriku sendiri, aku hanya sedang menunjukkan, barangkali ini adalah hari terakhirku untuk berjuang.

Jangan anggap aku seperti orang bodoh, aku hanya menjadi pintar karena bertahan adalah caraku menyenangkan hati yang tenggelam.

Terimalah, ini adalah takdir Tuhan. Berharap karena-Nya tahu cara menggembirakan hamba-Nya.

Terimalah, ini adalah takdir Tuhan. Karena-Nya kita tahu sampai mana batas rasa mampu bertahan.

29/4/2018

Terkadang kita cuma butuh sabar, harapan itu datang ketika kita bisa menemukan bahagia dengan cara kita sendiri.

Terkadang kita cuma butuh senyum, bahagia juga bukan selalu tentang harap, banyak hal yang sering kita lupa.

Seringkali kita juga lupa, hal-hal baik yang orang lain lihat tentang hidup kita. Tetapi kita selalu memusatkan hal-hal buruk pada hidup kita sendiri.

Bertahan pada rasa sakit menjadi menyenangkan ketika kita selalu bertanya, apa yang kita cari dalam hidup ini?

6/5/2018

Aku membayangkan sesuatu, hal yang sangat aku tunggu-tunggu, entah kabar baik atau kabar buruk. Atau hal ini bisa dibilang suatu kemerdekaan, aku berkehendak bebas atas diriku sendiri. Tuhan sudah sangat baik padaku.

Pilihannya ada dua. Tugasku benar-benar selesai atau memang baru saja dimulai?

Seolah-olah Tuhanku berkata, “sudah cukup. Bersama-Ku saja kamu berharap. Aku beri kamu kehidupan yang baik dan bahagia karena kamu selalu bersama-Ku. Sudah cukup, Tina. Seseorang yang baik hati membuat kamu sangat dekat dengan-Ku. Seseorang yang kamu percaya menyayangimu dengan baik telah membuatmu selalu berharap pada-Ku. Tinaku sayang, kamu bersama-Ku sekarang dan selamanya. Ingatkan dirimu selalu akan adanya Aku………

Bahagialah aku……

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagian dari mengenal Abraham Maslow dengan Kebutuhan setiap manusia diulas oleh Hendro dalam bukunya “Manusia Utuh”.

Karena Hujan