Mereka ingin terus dan tetap hidup!




Sebuah project daramuda kolaborasi tiga perempuan bersama Rara Sekar, Sandrayati Fay dan Danilla Riyadi. Salah satu lagu yang aku dengarkan sore ini oleh Rara sekar yaitu Apati, berisikan upaya untuk merenungi kurangnya rasa tanggung jawab juga kepedulian Rara Sekar terhadap mereka yang sedang berjuang mati-matian melawan ketidakadilan. Rara sekar melakukan dengan membayangkan dan menempatkan dirinya di posisi mereka yaitu para petani Kendeng, Kulon Progo, dan siapa saja yang sedang berjuang melawan penindasan atas nama 'pembangunan'. Begitu singkatnya dari akun instagram @daramudaproject dituliskan.

Tidak dipungkiri lagu ini selalu mengingatkan aku di setiap kejadian apapun. Aku merasa gamparan yang sangat keras. Karena kurang lebih lagu-lagu yang dibuat selain oleh Rara sekar, lagu yang diciptakan oleh project daramuda membawa seseorang untuk terus sadar apa yang sedang terjadi di bumi kita juga kehidupan di dalamnya.

Sedikit pengantar, sebenarnya hari ini 18 Maret 2018, aku ingin menuliskan sesuatu yang mengubahku karena hari-hari sebelumnya, ini sangat berkaitan sekali dengan sikapku juga semua rasa yang terjadi. Tepatnya, setahun lalu aku merasakan sesuatu yang terlalu menganggap seorang diri yang “Hampa”. Dan sekarang, karena terlalu banyak waktu yang aku habiskan di rumah, sembari menyelesaikan skripsi, aku hanya selalu mengingat kejadian yang sudah terjadi dalam hidupku. Aku terus mengingatnya, semakin dalam terkadang aku tak sadar begitu banyak sudah hidup yang berjalan dan mengubah apa yang menjadi "Seorang diri". Ya diriku sendiri. Begitu banyak hal yang telah terjadi dan seringkali aku melupakannya. Aku selalu mengingat kesedihan, kehilangan, kekecewaan, sehingga aku selalu marah dengan apa yang sudah terjadi dalam hidupku. Begitu banyak hal yang harusnya aku telusuri lebih dalam. Kebaikan setiap orang yang ada di sekelilingku. Meminta aku tetap ada dan menginginkan aku di setiap kasih sayang dan juga keberadaanku. Aku ingat setahun lalu, bahkan di semua tulisanku, tidak ada tulisanku yang tidak berisikan aku bahagia, semua hanya tentang kesedihan. Aku benar-benar tahu, terkadang ini menjadi sulit meminta terlalu banyak semua harap kepada kehidupan, entahlah aku harus terus menyadari akan hal itu.


Aku pun sadar begitu banyak waktuku untuk tetap bertahan. Semua hal yang terlintas selalu tentang kesedihan, dan aku menganggapnya akan menjadi sebuah kebanggaan karena aku akan selalu sadar apa yang terjadi dalam hidupku dan apa yang seharusnya terjadi ketika aku tidak memikirkannya. Aku pun tahu tidak akan pernah ada kata menjadi puas untuk terus mencari apa yang seharusnya aku dapatkan dan aku inginkan ketika aku menyadari akan hal itu. Tapi setiap aku mengingat kebaikan setiap orang, rasanya aku malu…


Rasanya aku malu untuk tahu bahwa seringkali kita selalu menyerang pikiran kita sendiri. Bahkan kita gak tau kenapa hal ini terjadi pada setiap orang. Aku akan terus sadar hal yang paling baik untuk tetap mengerti akan semua yang terjadi atas apa yang kita pikirkan. Aku hanya akan tetap sayang pada diriku sendiri, aku akan selalu ingat. Aku tidak ingin menyia-nyiakan rasa yang selalu menjadi gelisah dalam pikiranku. Aku akan terus mengingat semua kebaikan orang-orang. Begitu banyak hal kecil yang aku abaikan, aku terlalu fokus pada hal-hal yang menyakitkan, aku benar-benar tahu apa yang menjadi kebutuhanku sekarang. Aku pun tahu bahwa aku tak sepandai hati yang selalu sejuk dalam setiap kondisi apapun, terkadang begitu sangat panas aku lupa memadamkannya dan aku akan selalu ingat, aku tidak ingin menjadi larut dan hilang begitu saja. Hati yang selalu ingin aku jaga…. Karena kebaikan orang-orang selalu ada didekatku, begitu damai dan tak ingin melukaiku….


Aku pun sadar pula, mengapa aku begitu takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya dalam hidupku? Aku terlalu fokus dengan kata “Harap”, Harapan, begitu menyejukan karena ini menjadi salah satu jawaban dari kehidupanku. Hidupku adalah tentang harap. Aku hidup karena aku berharap. Kehidupanku tetap berlangsung karena aku memiliki pengharapan. Berharap kepada Tuhan, berharap kepada diri sendiri agar aku tidak menyakiti orang lain, berharap kelak Ayah ibu bangga akan adanya aku, berharap hidup ini akan selalu damai padaku. Sehingga ketakutan itu lahir dan aku akan menjadi marah, jika suatu hal tidak sesuai dengan harapanku.


Lalu aku sadar pula, mengapa aku begitu takut? Apa yang sebenarnya aku cari? Aku terlalu fokus dengan “Kebahagiaan”, Bahagia, begitu menyejukkan dan ini adalah harapan setiap orang dalam hidup. Aku benar-benar tahu mengapa kita begitu terlihat menyakiti diri sendiri untuk terus terlihat bahagia dihadapan orang lain? Mengapa kita begitu terlihat menyedihkan untuk terus membohongi semua kenyataaan?


Mereka hidup karena mereka merasa diinginkan, merasa dianggap, dan mereka terus mencari agar mereka tetap bertahan.  Mereka pun tidak segan memberi kebaikan pada orang-orang tersayang di dekatnya. Mereka akan merasa sangat beruntung karena mereka bisa membuat orang lain bahagia karena dirinya. Mereka ingin terus dan tetap hidup. Mereka tidak akan mengecewakan hidupnya sendiri. Terkadang, sedikit saja mereka terluka, mereka memaki hidupnya, memaki kebaikan yang telah dilakukannya, mereka terus menyalahkan, mereka membencinya, mereka meluap dan mereka hampir mati karena mereka lelah bertahan. Mereka berucap ingin menyerahkan hidupnya pada Tuhan.


Begitulah kehidupan yang benar-benar aku sadari, begitu sulit jika terus aku debatkan. Aku tidak ingin ini terjadi lagi, mengingat kebaikan orang lain bagiku sudah cukup. Menyayangi diriku sendiri pun sudah sangat cukup. Menyejukkan hatiku dengan apa yang ingin aku lakukan, sudah sangat cukup. Seringkali kesalahan terbesar yang sering terlihat dalam hidupku, aku tidak ingin melakukan kebaikan karena aku berharap….




[interlude]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagian dari mengenal Abraham Maslow dengan Kebutuhan setiap manusia diulas oleh Hendro dalam bukunya “Manusia Utuh”.

Karena Hujan