Hidup di Pemikiran diri sendiri atau di Pemikiran orang lain?

Kehidupan yang seperti apa? Saya sudah bertanya di [ tiramisucoffe.tumblr.com ]

Kemudian, Hidup di Pemikiran diri sendiri atau di Pemikiran orang lain?

Terlintas pertanyaan bodoh lagi yang membuat saya menunda tidur untuk menuliskan hasil buah pemikiran saya sendiri.

Kita tahu, Mereka pun tahu.

Hidup itu pilihan, bahkan kadang kita tidak sadar kalau kita sedang memilih hidup yang kita jalani, bahkan masuk ke dalam hidup yang sudah kita jalani……… Hidup secara tidak sadar memberi pilihan dan kita telah memilih jalan hidup itu sendiri.

Pemikiran tentang hidup yang tidak pasti, berada di semua isi pemikiran mereka semua yang berpikir, bahkan pemikiran itu barangkali menyalahkan keyakinan diri sendiri. Pemikiran yang meluruskan keadaan atau memberi jalan yang lain untuk memperoleh jawaban. Entahlah, semua tergantung isi dari buah pemikiran seseorang menjalani kehidupan ini.

Barangkali mereka terperangkap ke sebuah tempat atau zona yang membuat mereka merasa hidup dan memiliki keinginan. Entah keinginan yang seperti apa yang mereka inginkan? Dorongan yang kuat membuat mereka tetap berada di zona yang barangkali bukan jadi tempat perangkap lagi, tapi zona yang menyelamatkan hidup mereka sendiri.

Seandainya, mereka tidak memilih, sudah habis waktu mereka masih belum sadar bahwa hidup yang mereka jalani adalah buah dari pemikiran mereka sendiri. Langkahnya membawa mereka kepada hal-hal yang secara tidak sadar mereka ingini. Suatu kehormatan untuk diri sendiri kalau mereka menyadari hal itu benar-benar terjadi.

Seandainya, mereka benar-benar memilih, beruntunglah waktu tidak akan menyalahkan pilihannya. Mereka hanya saja sedang berpikir, apa benar ini jalan yang "aku" inginkan? Suatu kehormatan untuk diri sendiri, mereka tidak akan pernah menyesal karena memilih jalan dengan mulut atau gerak mereka sendiri.

Hidup, Pemikiran, Barangkali, dan Seandainya masih ada di setiap jalan mereka yang mau berpikir………….

Allahu a’lam.

Jakarta, 2 Oktober 2018 10:50 PM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagian dari mengenal Abraham Maslow dengan Kebutuhan setiap manusia diulas oleh Hendro dalam bukunya “Manusia Utuh”.

Karena Hujan