Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Bagian dari mengenal Abraham Maslow dengan Kebutuhan setiap manusia diulas oleh Hendro dalam bukunya “Manusia Utuh”.

Kebutuhan untuk menjadi Manusia utuh, saya mencoba mengenal Maslow untuk hari ini. 27 September 2018 / 13.20 / Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta / Lt.4 Manusia Utuh yang diulas oleh Hendro Setiawan. Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil untuk tetap mengenali siapa kita, siapa manusia yang sedang berlomba-lomba untuk mencari kebahagiaan bahkan kedamaian dalam hidup. Manusia Utuh, sebuah kajian atas pemikiran Abraham Maslow dituliskan seperti membawa pesan yang ingin disampaikan oleh Hendro Setiawan. Beberapa kutipan, yang saya rasa cukup untuk mempelajari lebih dalam apa yang terjadi sebenarnya. Sadar akan masalah-masalah yang terjadi terkait setiap manusia mencari kebahagiaan, kedamaian, ketenangan, keindahan, atau apapun itu semua. Kebutuhan setiap manusia agar bisa memaknai hidupnya. Bahkan, manusia itu sendiri tidak menemukan apa makna hidupnya? Apa tujuannya mereka ingin tetap hidup? Ya, begitu rupanya sedikit mungkin terlintas di setiap pem...

Hidup di Pemikiran diri sendiri atau di Pemikiran orang lain?

Kehidupan yang seperti apa? Saya sudah bertanya di [ tiramisucoffe.tumblr.com ] Kemudian, Hidup di Pemikiran diri sendiri atau di Pemikiran orang lain? Terlintas pertanyaan bodoh lagi yang membuat saya menunda tidur untuk menuliskan hasil buah pemikiran saya sendiri. Kita tahu, Mereka pun tahu. Hidup itu pilihan, bahkan kadang kita tidak sadar kalau kita sedang memilih hidup yang kita jalani, bahkan masuk ke dalam hidup yang sudah kita jalani……… Hidup secara tidak sadar memberi pilihan dan kita telah memilih jalan hidup itu sendiri. Pemikiran tentang hidup yang tidak pasti, berada di semua isi pemikiran mereka semua yang berpikir, bahkan pemikiran itu barangkali menyalahkan keyakinan diri sendiri. Pemikiran yang meluruskan keadaan atau memberi jalan yang lain untuk memperoleh jawaban. Entahlah, semua tergantung isi dari buah pemikiran seseorang menjalani kehidupan ini. Barangkali mereka terperangkap ke sebuah tempat atau zona yang membuat mereka merasa hidup dan memiliki...

Dan (ingatlah) .......Qs [14:7]

Ada gunung yang tinggi dan harus ditelusuri guna menemui-Nya, itulah nafsu. Di gunung itu ada lereng yang curam, belukar yang lebat, bahkan banyak perampok yang mengancam, serta iblis yang merayu, agar perjalanan tidak berlanjut. Bertambah tinggi gunung didaki, bertambah hebat ancaman dan rayuan, semakin curam juga perjalanan. Tetapi, bila tekad tetap membaja, sebentar lagi akan tampak cahaya benderang, dan saat itu, akan tampak dengan jelas rambu-rambu jalan, tampak tempat-tempat indah untuk berteduh, serta telaga jernih untuk melepaskan dahaga. Itulah hidup, itulah ujian, itulah perjalanan berhijrah. Marhaban ya Ramadhan 1439 H. -@aizsilvia
Apa yang ada disisimu akan lenyap. dan apa yang ada disisi-Ku adalah kekal........   Q.S (16-96) 28/4/2018 Kita percaya, bukan karena kita tahu. Tapi karena hati kita percaya. Quraish shihab sebelum tidur merubah sedikit kegelisahan yang mungkin menjadi kekuatanku setiap hari. Terkadang ketika sebuah perasaan tidak pernah diungkapkan kembali. Ketika hati sudah tidak meminta untuk menjelaskan lagi. Ketika tidak ada lagi sebuah pengakuan. Atau meminta waktu untuk sedikit mendengarkan. Saat itu juga seseorang hanya bisa menerima atau melihat waktu yang sudah berlalu. Entah waktu itu adalah waktu yang pahit, entah waktu itu adalah waktu yang manis. Semuanya akan tetap terlihat baik, walau tidak ada yang tahu pikiran mana yang benar. Terkadang kita hanya bisa merasakan, dan itu sangat jujur tersirat menyakitkan… Bernegosiasi dengan perasaan, agar pikiran yang mengambil alih dalam semua kehidupan. Hari-hari yang masih terus berjalan. Membuat perencanaan ata...

Mereka ingin terus dan tetap hidup!

Gambar
Sebuah  project  daramuda kolaborasi tiga perempuan bersama Rara Sekar, Sandrayati Fay dan Danilla Riyadi. Salah satu lagu yang aku dengarkan sore ini oleh Rara sekar yaitu  Apati,  berisikan upaya untuk merenungi kurangnya rasa tanggung jawab juga kepedulian Rara Sekar terhadap mereka yang sedang berjuang mati-matian melawan ketidakadilan. Rara sekar melakukan dengan membayangkan dan menempatkan dirinya di posisi mereka yaitu para petani Kendeng, Kulon Progo, dan siapa saja yang sedang berjuang melawan penindasan atas nama 'pembangunan'. Begitu singkatnya dari akun instagram @daramudaproject dituliskan. Tidak dipungkiri lagu ini selalu mengingatkan aku di setiap kejadian apapun. Aku merasa gamparan yang sangat keras. Karena kurang lebih lagu-lagu yang dibuat selain oleh Rara sekar, lagu yang diciptakan oleh  project  daramuda membawa seseorang untuk terus sadar apa yang sedang terjadi di bumi kita juga kehidupan di dalamnya. Sedikit pen...